Showing posts with label Curhatku. Show all posts
Showing posts with label Curhatku. Show all posts

Sunday, November 13, 2011

Kangen Banget Sama Nge-Blog Session 2

Sudah hampir setahun kayaknya saya tidak pernah menyentuh blog saya ini apalagi meng-update postingan. Ini hal yang sangat tidak saya inginkan. Kesibukan yang selalu ada, apalagi masa-masa kuliah yang full dengan tugas dari dosen ditambah jam kerja membuat CD Interaktif Berbasis Flash yang tak pernah ada habisnya membuat saya tidak sempat mengutik-utik blog ini walaupun ketersediaan koneksi internet yang memang ada dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Pada posting terdahulu, saya juga pernah menuliskan curhatan saya kepada pembaca semua tentang bagaimana kangennya saya jika sudah lama sekali tidak blogging. Tidak tersampainya keinginan untuk menyebarluaskan ilmu kepada para pembaca menyebabkan ilmu ini hanya tersimpan dan membeku di dalam memori otak saja. Nah, sekarang karena semua job sudah terselesaikan (tentu saja berharap job akan datang kembali dengan menumpuk, hehe) tibalah waktunya untuk mempublikasikan unek-unek dalam hati dan ilmu dalam pikiran yang selama ini terpendam. Bahkan, banyak dari temen-temen yang protes dan bilang begini kepada saya :

"kenapa blognya gak pernah update dan mana tutorial menarik lainnya?"
Itu pertanyaan yang sangat membuat hati nini tergugah untuk kembali membuka blog ini. Harapannya tiap hari minimal ada satu postingan yang bermanfaat bagi temen-temen dan pembaca sekalian. Moga-moga jam kuliah yang padat dan jam kerja yang harus selesai sesuai deadline tidak menjadikan saya kurang mengamalkan ilmu kepada manusia lainnya.

Baca Selengkapnya..

Saturday, November 27, 2010

Keberuntungan dalam Ujian ?

Sebelum membaca postingan ini, alangkah baiknya kalian baca dulu pertanyaan yang ada di gambar di samping. Benarkah hal tersebut yang sudah kita rasakan selama ini ?
Jika kalian sudah pernah mengikuti beberapa ujian, misalnya ujian SNMPTN, ujian masuk sekolah favorit, bahkan ujian untuk melamar pekerjaan. Keberuntungan memang tidak selalu memihak pada diri kita. Namun, faktor yang sangat kecil ini justru dicari banyak orang. Kita semua berharap bisa mendapatkan keberuntungan terutama jika kita sedang dalam kondisi yang sangat mendesak dan sangat menginginkan apa yang ingin kita raih. Perhatikan saja orang-orang di sekitar kita, misalnya ada seseorang yang hampir tertabrak mobil dan akhirnya selamat, ia pasti akan berkata : "Huh, untung saja".

Namun, tidak selalu keberuntungan memihak pada kita dan kita juga tidak boleh selalu mengandalkan datangnya keberuntungan. Kita harus berjuang semaksimal mungkin sebelum hal yang akan kita hadapi tiba walaupun sebenarnya faktor keberuntungan memang sangat kita butuhkan walaupun kecil sekali.
Jika kalian tidak ingin ditentukan oleh nasib, maka kalian harus menentukan nasib kalian sendiri.Jika kita kalah hari ini, berarti kita harus berjuang lebih keras agar dapat menang di hari esok.
Selamat berjuang !!!

Baca Selengkapnya..

Saturday, November 6, 2010

Kesuksesan Bukan dari Gelar, tapi karena Ketekunan

Pernahkah kalian mendengar nama-nama seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau Thomas Alva Edison ??? Tentunya tidak asing lagi nama tersebut di telinga kita. Mereka adalah orang-orang sukses yang bisa dibilang "tidak mementingkan gelar". Bagaimana bisa ???
Mereka menjadi orang-orang yang dikenang sepanjang sejarah hanya karena apa yang mereka lakukan dan temukan, bukan karena gelar mereka sebagai S1, S2, Profesor, atau yang lain.
Pikirkan saja, Thomas Alva Edison pada waktu sekolah selalu mendapat nilai buruk sehingga ibunya mengeluarkannya dari sekolah. Namun, justru karena keluar daro sekolah itulah yang membuat si Thomas kecil ini senang karena ia bisa bereksperimen sesuka hatinya dan akhirnya ia berhasil menemukan lampu pijar yang sampai sekarang sangat dibutuhkan untuk penerangan.

Bill Gates, dia adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft yang sampai saat ini banyak sekali digunakan sebagai sistem operasi (Windows) dan software (Office) di berbagai negara. Dia sempat mengenyam pendidikan, tapi pada akhirnya di-drop out.
Sementara Mark Zuckerberg, dia adalah pembuat situs jejaring sosial terkenal yang disebut Facebook bahkan saya pun sampai saat ini masih suka utek-utek scriptnya alias AJAX. Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan. Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka, dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.
Wow, jika mendengar cerita tersebut, rasanya menambah semangat kita untuk menekuni apa yang menjadi hobi kita. Jadi, walaupun kita tidak bisa mngenyam pendidikan dan memperoleh gelar apapun, kita tidak boleh putus asa. Kerjakan dan tekuni apa yang menjadi hobi kalian saat ini. Penulis membuat postingan ini karena penulis tau, di Indonesia pasti banyak anak-anak muda kreatif yang tidak mampu meneruskan pendidikan di perguruan tinggi, karena penulis juga sama.
Ingin tau cerita penulis tentang ini ?? Baca link berikut : http://mohfaizin.blogspot.com/2010/09/aku-rindu-blogging-setengah-mati.html
Jika kalian ingin tau juga tentang cerita Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau Thomas Alva Edison, berikut linknya :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Alva_Edison
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg

Baca Selengkapnya..

Monday, September 27, 2010

Aku Rindu Blogging Setengah Mati

Judulnya kaya lagunya D'Masiv aja yach. Sudah lama rasanya si penulis tidak menuliskan dan mengungkapkan perasaannya lewat blog. Baik yang berupa tutorial, berita, dan lainnya. Setelah lulus dari sekolahnya yaitu SMK N 1 Demak, tentunya dia tidak ingin putus sekolah dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. 
Karena keterbatasan ekonomi, akhirnya diputuskan untuk mencari program beasiswa yaitu bidik misi. Setelah tes dilaksanakan dengan susah payah harus menginap di rumah paman yang merupakan kios para penjahit (karena ayahnya bekerja di situ) dan menunggu beberapa hari, tapi ternyata takdir berkata lain. Dia tidak diterima. Sekali lagi, lagu D'Masiv tetap ia nyanyikan, yaitu jangan menyerah. Dengan berpedoman bahwa kesempatan untuknya masih ada, ia mencoba mendaftar lagi perguruan tinggi negeri lain. Setelah mendapatkan kartu tes dengan bolak-balik dari warnet dan rental, ia dapat kartu tes. Namun, takdir tetap berkata lain. Ia masih harus merelakan usahanya yang telah gagal untuk kedua kalinya. Orang tua, terutama ibunya, selalu menunggu di depan teras rumah ketika hari pengambilan pengumuman. Si ibu tutut sedih karena anaknya tidak diterima.

Memang, perguruan tinggi saat ini persaingannya sangat ketat. Baik persaingan ilmu bahkan juga persaingan duit. Itulah yang mungkin menjadi hambatan bagi si penulis saat itu.
Akhirnya, penulis mencari jalan terbaik yaitu bertanya pada saudara-saudaranya apakah ada lowongan pekerjaan. Alhamdulillah, ternyata ada dan itu di Jakarta. Salah satu kota yang sangat ingin dikunjunginya.Tidak hanya itu, penulis juga akan menjadi mahasiswa di sana dengan kuliah yang dibiayai oleh perusahaan yang ia tempati. Memang, kita tidak boleh putus asa apalagi putus sekolah hanya karena faktor ekonomi. 
Maju terus anak-anak Indonesia !!! Jangan menyerah pada takdir dan uang !!!
Kalau ada usah pasti ada jalan.

Baca Selengkapnya..